Bagaimana jika ini menjadi motivasi kita bekerja? Sudahkah kita bersyukur?

Pak, saya ini bekerja tidak lain hanya untuk menyambung nyawa dan sekedarnya menghidupi keluarga karena jika saya tidak bekerja lagi maka saya tidak bisa cuci darah”

“jika saya memilih antara  diberikan semua hak-hak pension saya atau saya bekerja, saya mending bekerja terus karena berapapun uang yang saya terima akan habis untuk biaya cuci darah”

 

Picture from: http://www.squawkfox.com

Itulah salah satu kutipan kalimat dari Pak IRD yang telah bekerja 11 thn, 2 bulan sebagai karyawan gudang pihak ketiga kami di area kantor penjualan cirebon. Beliau saya kenal ketika beberapa mingu kemarin saya dan perwakilan dari managemen kami datang ke bandung untuk sosialiasi perubahan pengelolaan karyawan pihak ketiga. Waktu itu Pak IRD adalah satu-satu yang menjadi fokus kita karena kondisi kesehatan beliau yang tidak memungkinkan untuk kita lanjutkan sebagai karyawan pihak ketiga kami. Beliau menderita penyakit ginjal dimana harus cuci darah dalam 1 minggu 2 kali dengan biaya yang tidak murah untuk beliau.

Banyak diantara kita kalau diberikan pertanyaan untuk apa kita bekerja? Pastinya jawabannya secara garis besar akan merujuk pada teori Abraham maslow, tentang 5 tingkatan yang memotivasi seseorang untuk bekerja:

1. Physical : materi (uang, rumah, mobil mewah, elektronik dst)

2. Safety & security : rasa aman dan nyaman

3. social: interaksi sesama manusia

4. self esteem : pencapian, rasa hormat dari orang lain, kebanggan

5. Aktualisasi diri.

Namun semua itu tidak berlaku untuk Pak IRD yang hanya bekerja untuk menyambung nyawa selain harus menghidupi keluarganya.

Saya menuliskan pengalaman ini sebagai bahan refleksi untuk saya pribadi betapa pentingnya bersyukur. Bersyukur karena lewat apapun pekerjaan, strata kita sekarang, kita masih bisa menghidupi  keluarga kita dengan tingkatan kecukupan yang berbeda. Bersyukur kita dapat melakukan semua pekerjaan tersebut karena masih diberi kesehatan dan nafas kehidupan. Bersyukur….karena setiap hal yang kita alami, yang kita hadapi, suka, duka, pahit, getir ataupun gembira, adalah karunia luar biasa yang Tuhan anugerahkan dalam hidup kita.

Bersyukur atas apa yang telah kita capai, bersyukur atas pengalaman yang telah kita dapatkan, keahlian dan minat yang kita miliki, apa yang kita yakini, dan hal-hal terindah yang telah terjadi dalam hidup kita. Walaupun seringkali kita menginginkan kehidupan yang sempurna tanpa memahami bahwa kita perlu untuk merubah diri sendiri, membuat apa yang kita miliki lebih bernilai dan berguna menjadi bekal untuk menjalani perantauan yang panjang dalam perjalanan menuju kampung abadi nanti.

Terima kasih Pak IRD, atas inspirasinya semoga bapak bisa sehat seperti sedia kala dan memberikan yang terbaik untuk keluarga bapak.

Selamat bekerja, semoga kesehatan dan kesuksesan selalu bersama kita semua.

Stay grateful and enjoy your life!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *