Pernahkah mimpi S2 anda tertunda? Antara pekerjaan, keluarga atau bisnis?

” Tulislah mimpi-mimpimu dengan pena dan biarkanlah Tuhan yang menentukan skala prioritas atau menghapusnya” .

http://studentservicesscene.blogspot.com/2012/07/dream-big_19.html

Picture source: http://studentservicesscene.blogspot.com

 

Sebuah quote yang mungkin familiar tentang “Dream”. Bahkan oleh beberapa guru motivator kita diharuskan bermimpi dan menuliskannya dalam dream book sampai suatu saat nanti mimpi-mimpi itu menjadi mozaik perjalanan kehidupan kita yang indah. Itupun yang saya lakukan dengan istri saya disetiap awal tahun selalu menuliskan mimpi-mimpi kita dalam dream book dan salah satunya yang akan saya sharing adalah mimpi S2 kami.

Tepatnya dibulan Juli 2012 bertepatan dengan gonjang-ganjing  kepindahan saya dari Surabaya ke Jakarta, salah satu alasan  realistis yang saya buat agar saya tidak dipindah adalah keluarga dan  S2. Padahal sebenarnya faktor keluargalah yang membuat saya berat untuk pindah, namun terkesan kurang profesional memang makanya saya menambahkan S2 sebagai alasan kedua. Kondisi saat itu diantara pilihan  saya atau  salah satu teman yang harus pindah sepertinya lebih berat ke saya karena secara usia dan fleksibilitas. Dengan PDnya saya berpikir dengan beralasan S2 maka perusahaan tidak mungkin memindahkanku minimal 2 tahun kedepan dan  sisi lain inilah saat saya bisa mencapai salah satu mimpi saya tahun itu.

Sayapun mendaftar S2 di sebuah universitas swasta di surabaya, walau bukan kampus favorite namun dengan berbagai pertimbangan biaya dan dari segi akreditasi masih bagus. Biaya kuliahpun saya sisihkan dari bisnis sampingan, tidak ambil dari Gaji saya karena saya ingin gaji saya utuh dan tidak ingin istri saya tau karena  saya akan menjadikan wisuda saya nanti sebagai kado spesial  sehingga menjadi surprise untuknya dan keluarga. Namun kenyataan berbicara lain setelah mendekati akhir semester tepatnya dibulan oktober sayapun harus pindah ke jakarta , tidak ada pilihan lain kecuali untuk menghibur diri bahwa ini adalah sebuah amanah dan di role baru nanti di jakarta sayapun harus dapat ilmu yang minimal setara dengan S2 yang saya tinggalkan.

Kemudian baru-baru ini di awal bulan maret 2013 istri saya meminta restu untuk ikut beasiswa S2 DIKNAS dimana nantinya ada semester di luar negeri. Berkecamuklah dalam pikiran bagaimana nanti buah hati kami dan bisnis yang sudah kami bangun dan bayangan-bayangan lainnya yang akhirnya sayapun merestuinya untuk S2. Waktu itu hanya satu doa kami semoga ditunjukkan yang terbaik menurut Allah. Disatu sisi yang mendorong saya merestuinya karena saya yakin dengan profesinya sebagai guru maka S2-nya akan menambah manfaat untuk anak didik dan saya optimis dia bisa mendapatkan beasiswa itu. Ternyata kenyataanpun berbicara lain istri saya dia tidak lolos seleksi.

Dari kedua peristiwa tersebut kami termenung dan bersimpuh dalam sebuah renungan bahwa inilah rencana Allah, Allah merasa secara tanggung jawab, mental dan spiritual belum waktu yang tepat untuk kami menggapai mimpi itu. Dan kami yakin suatu saat di waktu yang tepat  kami akan menggapai mimpi S2 kami yang tertunda ataupun seandainya Allah menghapus mimpi kami tersebut kami berdoa semoga anak dan keturunan kami akan melampaui pencapaian mimpi-mimpi  kami. Amin.

You may also like...

2 Responses

  1. Dalam hidup terkadang kita harus mengalir.
    Yang penting tetap punya keyakinan apapun yang diperjalankan di hadapan kita merupakan bagian dari rencana besar. Selama dijalani dengan hati yang penuh kerelaan, insya Allah pada akhirnya kita akan melihat berbagai kemudahan.

    Selamat menjalani kepindahan (jika memang jadi dipindah). Semoga tempat baru memberi kebaikan dan rencana-rencana baru yang lebih baik lagi.

    • Rhidayat Rhidayat says:

      Amin. Terima kasih Pak Noer, saya ingin belajar menginspirasi diri sendiri dan orang lain dari Pak Noer. Saya balik lagi ke HO pak sebagai 3rd party contact.Semoga bapak dan keluarga selalu dalam LindungaNYA. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *