Penting, ini hal yang perlu diperhatikan saat negosiasi Gaji

Negosiasi Penawaran Gaji Offering

Picture by: https://www.shutterstock.com

Tahap negosiasi gaji  atau offering adalah bagian akhir dari proses recruitment, artinya 99,99%  kita dipastikan siap bergabung dengan perusahaan baru, hanya tergantung apakah bersedia atau tidak dengan nilai yang ditawarkan. Namun apabila kita tidak mengetahui hal –hal yang perlu diperhatikan saat negosiasi gaji maka yang terjadi nilai tawar kita terlalu rendah atau tidak sesuai dengan espektasi kita ataupun sebaliknya “terlalu tinggi” sehingga membuat perusahaan baru tersebut tidak mau menghire kita. Selain itu apabila teknik negosiasi gaji dan komunikasi kita tidak proper bisa menjadi pemicu gagalnya negosiasi bahkan tak jarang akan menjadi catatan tersendiri oleh recruiter ataupun head hunter terhadap profile kita.

Beberapa hal krusial yang perlu diperhatikan dalam negosiasi gaji diantaranya:

  1. Informasi range gaji

Sebelum melakukan negosiasi gaji sebaiknya kita mendapatkan refrensi range gaji dari posisi yang kita lamar tersebut. Informasi ini bisa didapatkan dari beberapa situs yang menyediakan survey range gaji seperti www.qerja.com , Job Street biasanya tercantum dalam informasi lowongan atau refrensi lainnya. Selain ini beberapa hasil salary survey dari konsultan seperti Kelly services, Robertwalters,  Michaelpage juga bisa menjadi acuan.

  1. Kalkulasi Gaji dan Tunjangan saat ini

Biasanya perusahaan baru akan mengirimkan form terkait informasi pendapatan yang kita terima, namun alangkah lebih baik jika kitapun melakukan perhitungan semua pendapatan tersebut seperti gaji, komponen Tunjangan, Dana Pensiun, bonus yang kita terima baik secara bulanan dan tahunan untuk mendapatkan nilai pendapatan tahunan dan bulanan. Jangan lupakan pajak apakah ditanggung perusahaan atau karyawan. Semua perhitungan ini kita buat untuk menghindari jangan sampai kita merasa secara pendapatan bulanan naik padahal secara tahunan sebenarnya turun sehingga perlu membuat perbandingan keduanya. Khusus bonus, karena setiap industri berbeda misalnya manufacture akan berbeda dengan tambang ataupun kondisi bisnis yang fluktuatif setiap waktunya maka perlu lakukan fleksibilitas dalam perbandingan, bersyukur jika dihitung sama.

  1. Pertimbangkan faktor-faktor lainnya

Faktor -faktor  seperti lokasi penempatan, cost living, status karyawan terkait job security, siklus Promosi, Kenaikan gaji Tahunan bisa menjadi tambahan pertimbangan dalam melakukan perbandingan.

  1. Sign on Bonus

Di beberapa perusahaan sudah menerapkan sing on bonus jika kandidat bersedia bergabung, ini biasanya digunakan untuk mengganti kehilangan bonus yang kandidat alami jika bergabung sebelum periode pemberian bonus di perusahaan lama. Biasanya sign on bonus ini bersifat mengikat mulai dari periode 1 sampai 2 tahun dengan besaran sesuai kebijakan di perusahaan.

  1. Prosentase kenaikan

Pada umumnya kenaikan yang dianggap wajar adalah 25 -30% dari pendapatan sebelumnya dalam hal ini biasanya secara tahunan. Namun untuk kondisi tertentu yang sifatnya prinsip seperti alasan keluarga, lokasi kerja, job security biasanya kandidat bisa saja mengesampingkan kondisi prakter diatas. Dan perlu diingat untuk acuan prosentase adalah berdasarkan perusahaan terakhir, tidak bisa kita mengacu kepada perusahaan yang sebelumnya lagi hanya karena pendapatan sebelumnya lebih besar. Bisa jadi pada kasus itu kita memang memilih perusahaan sebelumnya tersebut karena salah satu alasan yang prinsipal diatas.

  1. Komunikasi

Komunikasi dalam melakukan negosiasi gaji sangat penting agar pertimbangan yang kita sampaikan bisa dipahami oleh pihak perusahaan baru tanpa memberikan kesan bahwa kita terlalu banyak menuntut, kaku ataupun tidak realistis. Terlebih apabila bahasa penyampaian yang kita gunakan kurang tepat maka dapat menyebabkan tidak hanya negosiasi yang gagal tetapi kitapun tidak dapat melanjutkan dalam proses berikutnya.  Perlu juga kita lakukan instropeksi diri apakah kompetensi yang kita miliki juga hanya rata-rata, cukup tersedia di market atau tidak tergolong sulit di dapatkan oleh perusahaan tersebut. Komunikasi ini tidak terlepas hanya saat negosiasi tetapi ketika kita menolakpun kita tetap harus menggunakan bahasa dan alasan yang realistis dan tidak terkesan kita hanya main-main dalam proses recruitment yang sudah kita jalani sehingga Engagement dengan pihak recruiter  tetap terbangun dengan baik.

You may also like...

2 Responses

  1. Diararey says:

    Thanks sdh share artikel nya sangat menarik dan memberikan pencerahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.