Bagaimana rasanya diantar ke toilet oleh Presiden Direktur?

Tak pernah terlintas dalam bayangan saya yang hanya karyawan biasa akan diantar ke toilet oleh seorang presiden direktur sebuah perusahaan multinasional. Namun itulah yang terjadi ketika pertengahan agustus kemarin saya dan management dari perusahaan berkunjung dan meeting di kantor salah satu client jasa penyedia tenaga kerja dalam perusahaan kami.

Sebagai orang yang baru pertama kali ke kantor mereka, kamipun disambut dengan ramah dan diperkenalkan tentang fasilitas, management dan hal-hal lain yang menarik untuk kami ketahui. Setelah hampir 1 jam kami bersosialisasi kami menuju ke ruang meeting. Ditengah perjalanan kami dikenalkan juga dengan presiden direkturnya dan beliau memberikan kartu nama ke kami. Sayang saya belum punya kartu nama seperti mereka..he2x. Cukup singkat lalu beliau kembali ke ruangannya yang kebetulan berada di depan ruang meeting kami.

AC ruangan yang dingin dan 2 botol minuman yang keteguk (he2x..haus banget) membuat saya harus segera bergegas ke toilet. Namun karena nggak tau posisi toiletnya dan tidak ada rambu-rambu sayapun kebingungan. Dari dalam sang Presiden direktur memperhatikan namun saya pura-pura saja nggak tau dan menemui seorang office boy dan bertanya ” maaf pak, toiletnya dimana ya?”

Belum selesai Pak office boy menjawab tiba-tiba sang Presiden Direktur sudah ada dibelakang saya dan berkata ” mari saya yang antar saja pak” sambil mempersilahkan dengan dilanjutkan membukakan pintu keluar sampai akhirnya membukakan pintu depan toilet bahkan sampai ikut masuk  “silahkan pak, maaf saya tinggal ya” ujarnya.

Customer_Service_Leadership_Skills

http://www.aboutleaders.com/

Sejenak saya tercengang bukan karena ingin membanggakan diri diantar oleh presiden direktur namun hal seperti ini sangat langka dalam kehidupan sekarang. Saya merenung seandainya banyak pemimpin-pemimpin kita seperti beliau yang slogan Customer services tidak batasi sekat-sekat level jabatan.

Seperti sebuah tulisan dari  George Ambler bahwa meskipun banyak orang yang menjunjung tinggi pangkat dan kedudukan, namun sesungguhnya perilaku-lah yang memenangkan kepercayaan, loyalitas, output dan rasa hormat dari orang lain. Beliau adalah pemimpin yang memiliki karakter, yang menciptakan value-value seperti customer services secara baik dan ikut melakukan secara konsisten bukan hanya slogan perusahaannya dan hanya untuk level jabatan tertentu. Menurut saya dialah sosok pemimpin yang memberikan contoh langsung mengenai perilaku apa saja yang menjadi value bahkan karakter dari perusahaannya untuk semua level dan siapapun itu. Hal itupun ketika saya ceritakan dengan salah satu karyawan disana memang benar adanya. Terima kasih pak, atas pertemuan singkatnya yang menginspirasi kami.

You may also like...

7 Responses

  1. syahid77 says:

    Artikel bagus bro..

  2. Josef Bataona says:

    Pengalaman yang menarik Rohman, sekaligus memberikan contoh tentang excellent Customer Service. Keep sharing – Josef

  3. Alfari Firdaus says:

    Inspiring ! That’s a real customer service excellence.

    Pengalaman dan inspirasi memang bisa datang pada saat yang tidak diduga2.

  4. oh ini tah yang di P5M tadi pagi..hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *