5 Hal jika bekerja sebagai HR di perusahaan tambang, mana yang menjadi prioritas?

Berkarir di perusahaan dengan segmen bisnis yang berbeda tentunya ada beberapa aspek juga yang berbeda, hal ini yang saya rasakan setelah memutuskan pindah dari perusahaan manufaktur ke perusahaan pertambangan. Perbedaan -perbedaan berikut menjadi referensi kita dalam pertimbangan melangkah, beradaptasi dan menentukan target dalam karir kedepannya.

bekerja di perusahaan tambang
1. Compensation & Benefit

Dari beberapa survey perusahaan tambang memiliki standard upah dengan prosentase 85% di bawah perusahaan oil and gas dengan 95% sedangkan manufaktur 75%. Hal ini merupakan kompensasi dari perbedaan sistem kerja, lokasi yang sebagian besar remote area, fluktuasi dan juga kompetisi bisnis yang terbatas pada cadangan sumber daya alam tambang, resiko sosial ekonomi serta lingkungan. Hal tersebut semata-mata untuk mempertahankan dan menarik karyawan. Fasilitas lain yang diberikan seperti bonus, kesehatan, perumahan, tunjangan area, tiket dan transportasi darat dan beberapa perusahaan menerapkan nett take home pay.

2. Learning Opportunity 

Bisnis proses yang berbeda memberikan pengetahuan baru dan ditambah sistem “delegation of authority” ketika atasan kita cuti/libur periodik maka kita akan mendapatkan kesempatan sebagai acting dalam hal pembuat keputusan atau aktivitas rutin harian. Hal ini membuat kita belajar secara tugas dan tanggung jawab yang lebih luas.

3. Workload

Workload di perusahaan tambang tidak setinggi umumnya manufaktur. Hal ini kontras dimana sistem di perusahaan tambang masih banyak yang manual dan belum tersimplifikasi dengan teknologi yang memadai. Bagi kita yang terlena dengan ini kita akan terbiasa dengan ritme kerja yang lambat dan terseret kepada zona nyaman serta akhirnya harus beradaptasi lebih jika suatu saat mendapatkan workload yang lebih tinggi. Dan di sisi lain adalah peluang melakukan project -project improvement untuk simplifikasi dan efektivitas proses HR.

4. Work life balance

Jadwal kerja di perusahaan tambang bervariasi mulai dari sistem roster dan hari kerja normal. Umumnya roster diperuntukkan untuk divisi produksi sedangkan support seperti HR, GA, Finance, IT dan lainnya menggunakan hari kerja normal. Jumlah cuti yang diberikan 20 – 24 hari setahun untuk jadwal kerja normal dan 12 hari setahun untuk jadwal kerja roster. Namun dengan lokasi kerja remote dengan jarak tempuh minimal 4 – 12 jam dari kota terdekat tentunya menjadi pertimbangan bagi masing -masing individu atau keluarga yang berasal dari luar daerah.

5. Change management

Dengan sektor bisnis yang tergantung pada sumber daya/cadangan yang terbatas ditambah juga dengan kondisi sosial, politik dan ekonomi yang tidak menentu, perusahaan tambang sangat rentan terkena dampak perubahan. Peran HR yang menjadi bagian dari pengawal perubahan tersebut baik secara kebijakan, budaya, permasalahan kekaryawanan dan organisasi menuntut kemampuan change management yang baik. Ditambah juga potensi resiko seperti permasalahan tenaga kerja lokal yang harus dimanajemen dengan baik agar tidak muncul gesekan bahkan sampai demonstrasi.

Semoga generasi muda yang datang dengan spirit baru dan semangat perubahan membawa HR perusahaan tambang menjadi lebih baik.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *